Sabtu, 13 Juni 2015

Melangkah

Rencana Allah SWT selalu yang Terbaik ...

Aku melangkah tahap demi tahap, Ia menempatkanku dan mengarahkanku (Allah)

terkadang aku merenung...
terdiam melihat semua yang telah ku lalui.

Semua yang ku dapat,
semua yang kulalui,
hingga aku dapat bertahan sampai ditahap ini..
masih banyak masa depan yang ingin ku raih..
cita2 yg belum ku gapai.

ada sesuatu yang dari dulu ku cari belum jua ku temukan.
ada sesuatu yang dari dulu ku tanyakan tak jua ku dapat jawaban.

satu persatu terbuka saat ini seperti sudah saatnya ...

ya... rasanya seperti ada sesuatu yang mulai terbuka.
pintu jawaban..

apa yang ku cari kan kutemukan diwaktu yang tepat.
penghujung waktu

BBB Girls - ingin menikah

hujan datang di siang terang
pertanda baik atau malah sebaiknya
hati hampa lama sendiri
walaupun ada, cinta tak bertahan lama

ku ingin menikah seperti yang lain
bukankah cinta itu hak semua insan
kapankah cinta datang menyunting hatiku
datanglah oh cinta, aku ingin menikah

hampa hati lama sendiri
walaupun ada, cinta tak bertahan lama

ku ingin menikah seperti yang lain
bukankah cinta itu hak semua insan
kapankah cinta datang menyunting hatiku
datanglah oh cinta, aku ingin menikah

ku ingin menikah seperti yang lain
bukankah cinta itu hak semua insan
kapankah cinta datang menyunting hatiku
datanglah oh cinta, aku ingin menikah

Minggu, 07 Juni 2015

Arti kejujuran

Jujur itu lebih mendamaikan hati
Jujur itu nilainya lebih tinggi
Jujur itu perhiasan hati
Jujur itu berani
Jujur itu murninya hati
Jujur itu membebaskan diri

Yang tersimpan dalam Jiwa itu Abadi

Seseorang tidak dinilai dari warna kulitnya, tidak dinilai dari rambutnya, bola matanya, tidak dinilai dari bentuk fisiknya, tidak dinilai dari apa yang dia kenakan.

Seseorang dinilai dari jiwa yang ada di dalam tubuh tersebut.
Tubuh akan sakit, lemah, keriput, tapi jiwanya bisa terus sehat dan tangguh. Tubuh akan mati, hancur terurai dalam tanah. Tapi jiwa-nya akan terus ada.

*Tere Liye

Teman

Ketika kita memiliki teman, maka bukan berarti kita pasti akan selalu bersamanya. Ada masa-masa kita harus pindah, mengambil kesempatan, melanjutkan sekolah, pekerjaan. Tetapi juga bukan berarti kalau sudah berpisah, maka selesai begitu saja.

Itulah gunanya persahabatan yang sejati, teman lama selalu menjadi teman, atau malah lebih spesial saat bertemu kembali, menjalin kontak kembali. Hei, jika HP, laptop, komputer, mengasyikkan kalau punya yang baru, tapi teman, semakin lama, semakin mengasyikkan.

Selalu begitu.

Teman baik selalu membicarakan hal yang baik-baik tentang kita di belakang. Teman sejati lebih-lebih lagi dari itu, dia bahkan selalu berusaha meluruskan jika ada orang yang menilai keliru tentang kita.

Maka, jelas sekali bukan termasuk teman kita seseorang yang suka bicara menjelek2an kita di belakang. Jangan keliru berteman, dan sebaliknya pastikan bukan kita yang suka bicara di belakang tersebut.

*Tere Liye

Jodoh itu

mari kita simak apa kata pak Mario teguh tentang "Jodoh"

Surat kecilku

Dear kamu, calon imamku…

Benarkah itu kamu! Saat ini aku tidak tahu pasti kamu dimana, dengan siapa dan sedang melakukan apa.
Yang aku tahu, suatu saat (nanti) kamu akan menjadi imam dalam keluarga kecilku, kamu yang secara tidak langsung sebagai pengganti sosok Ayah dalam kehidupanku (nanti).
Kamu pula yang akan menjadi “pendamping hidupku“
Tahukah kamu betapa tinggi makna dari sebuah kalimat “pendamping hidup?
Adalah teman hidup yang menentramkan jalan, mengontrol langkah, atau penenang saat pilu datang

Calon imamku…
melalui surat ini, aku ingin mengungkapkan apa yang tidak bisa aku utarakan dengan kata-kata. Maaf jika surat ini kusampaikan pada kamu yang belum jelas kepastiannya, yang masih kuterka-terka kehadirannya.
Banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu, tentang kita.

Pertama yang ingin aku ucapkan adalah selamat. Selamat karena Allah telah memberi amanat kepadamu untuk menjagaku :)
Wahai Calon Imamku
Tahukah kamu betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?
Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak.
Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku.
Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya.
Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat (nanti) kita bersama, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu.
Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang didapati.
Aku masih haus akan ilmu.
Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu.

Calon Imamku…
sungguh aku tidak bermaksud untuk memintamu hanya sekedar menjadi imam atau menjadi tulang punggung keluarga.
Kalau niatku hidup denganmu hanya untuk itu, kurasa ada yang salah denganku.
Karena aku tak perlu repot-repot hidup denganmu jika aku hanya menginginkan kekayaan.
Namun tahukah engkau? aku membutuhkanmu sebagai pengarahku untuk menyeberangi dunia ini, dan akhirat (nanti).
Karena perwakilan yang Allah kirim melalui kedua orangtuaku, kini berpindah di tanganmu.
Bahkan kau adalah kelak satu-satunya jalan yang dapat membukakan pintu surga untukku, istrimu. 

Hai Calon Imamku…

tak perlu takut ketika kau berada dalam kesusahan (nanti).
Aku tak akan pernah sekalipun meninggalkanmu, asalkan kau juga tak pergi meninggalkanku. Mungkin kau menerka, apakah seandainya kau terjatuh suatu hari nanti, aku akan menuntutmu dan pergi begitu saja? kau salah! aku bukan wanita seperti itu yang dengan tega membiarkan lelakiku berjuang sendiri.

Wahai Calon Imamku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun (nanti), setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak disyurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.
Aku ini pencemburu berat.
Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela.
Aku harap begitu pula dirimu.

Calon Imamku..
Ketika (nanti) telah lahir buah cinta dari pernikahan kita, bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah SWT.
Bunga akan indah pada waktunya.
Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman.
Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu (nanti).Calon Imamku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahami dirimu.Kukira kamarku bocor, rupanya air mataku yang tanpa kusadari mengalir dan menetes disela jari-jari yang sedang asik mengetik.Bukan, ini bukan air mata kesedihan. Ini adalah air mata kebahagiaan, kamu tahu wahai calon imamku mengapa aku meneteskan air mata! saat jemariku menari diatas keyboard aku membayangkan ketika (nanti) Allah meridhoi dan menyatukan kita menjadi pasangan yang halal, aku membayangkan bagaimana (nanti) kita mencari pahala bersama dan aku membayangkan bagaimana setiap apa yang kita lakukan bersama (nanti) akan bernilai pahala. Keindahan itu yang membuat air mataku mengalir. Calon Imamku juga

Hidup ini indah bila engkau selalu hadir di sisiku setiap waktu, hingga aku hembuskan nafas yg terakhir 


http://www.youtube.com/watch?v=d02bJc2ku2o&feature=youtu.be