Senin, 22 Juni 2015

Tanda-tanda seorang hamba itu dikasihi dan disayangi oleh Allah SWT di dunia ini :

Setiap sesuatu kebaikan yang dikehendaki oleh Allah SWT ada tanda-tandanya . Terdapat tiga tanda-tanda seorang hamba itu di kasihi dan disayangi oleh Allah SWT di dunia ini.  

 

Tanda-tanda tersebut adalah seperti berikut :

 

Pertama : Allah SWT memberikan balasan di dunia supaya di akhirat nanti akan terlepas balasan daripada Allah SWT.

 

Kedua : Allah SWT  membukakan kunci hatinya dan mengisikannya dengan keyakinan dan kepercayaan yang kukuh.

 

Ketiga : Allah SWT akan memberi kefahaman terhadap agama Islam dan mampu pula menghayatinya sebagai satu cara hidup yang lengkap dan sempurna.

 

Huraiannya :

 

Pertama : Allah SWT memberikan balasan di dunia supaya di akhirat nanti akan terlepas balasan daripada Allah SWT.

 

Rasulullah SAW bersabda maksudnya : "Apabila Allah mahukan kebaikan terhadap seseorang hambaNya,Ia terus mempercepatkan balasan kesalahannya di dunia ini lagi,dan sebaliknya apabila Allah mahukan keburukan terhadap seseorang hambaNya, ia tidak membalaskan perbuatannya yang berdosa di dunia sehingga ia membalaskannya nanti pada hari kiamat." (Hadis Riwayat Tabrani )

 

Sebahagian dari tanda kesayangan Allah kepada hambaNya ialah Ia mempercepatkan balasanNya di dunia lagi agar manusia itu insaf dan dapat memperbetulkan kesalahannya serta kembali ke jalan yang benar.Sebaliknya tanda bagi orang yang dibenci oleh Allah, akan dibiarkan mereka bergelumang dengan dosa dan maksiat dan mereka terus lalai dan lupa di dunia ini.

 

Setiap mukmin sepatutnya menerima segala kesusahan yang berlaku di dunia ini dengan redha yang mungkin ianya sebagai hukuman yang diturunkan Allah kerana kesalahan dirinya, atau mungkin sebagai satu dari tanda kesayangan Allah. Adalah lebih baik jika kita

 

menerima hukuman atas kesalahan kita di dunia ini lagi agar kita insaf dan berkesempatan untuk bertaubat kerana balasan di akhirat adalah lebih dahsyat serta tidak ada ruang lagi untuk bertaubat.

 

Dalam surah Al-A’raf ayat 168 pula Allah berfirman yang bermaksud: “Dan, Kami cuba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).”

 

Melihat firman Allah di atas, jelas bahawa pelbagai penyakit yang menimpa umat Islam itu adalah sebahagian daripada cubaan ataupun ujian Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Sesungguhnya cubaan dan ujian itu adalah sunnatullah yang telah ditetapkan berdasarkan rahmat dan hikmah-Nya, di mana di dalamnya terkandung kebaikan dan rahmat bagi hamba-Nya. Harus kita ingat bahawa Allah memberikan hidayah dan taufik kepada setiap hamba-Nya dengan jalan yang berbeza-beza. Salah satunya dengan mendatangkan musibah sakit kepada hamba-Nya.

 

Oleh itu banyakkan bersabar dan elakkanlah dari mengeluh dan berdukacita bila Allah SWT timpakan kesusahan dan kepayahan di dunia ini.

 

Kedua : Allah SWT  membukakan kunci hatinya dan mengisikannya dengan keyakinan dan kepercayaan yang kukuh.

 

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud :"Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang,nescaya ia bukakan kunci hatinya dan mengisikannya dengan keyakinan dan kepercayaan yang kukuh,Ia jadikan hatinya waspada terhadap liku-liku hidup yang dijalaninya, ia jadikan hatinya sihat sejahtera dan lidahnya bercakap benar dan perangainya lurus,dan Ia jadikan telinganya mendengar dan matanya melihat." (Hadis Riwayat Abu As Sheikh dari Abu Zarr)

 

Apabila Allah kasihkan seseorang hambaNya Ia akan membuka hatinya menjadikan ia cinta kepada Allah, kemudian ia akan mempunyai keyakinan yang teguh.Dengan itu ia akan berhati-hati dalam hidupnya agar tidak terjebak dalam dosa dan terhindar dari penyakir hati seperti hasad,takabbur,riak, ujub, membalas dendam, marah dan sebagainya. Kesan dari ini ia akan bercakap benar sahaja. Seterusnya ia akan mempunyai mata yang dapat melihat dan memahami keagungan Allah; telinga yang cintakan nasihat yang benar.

 

Adakah ciri-ciri ini kita miliki? Jika ada maka itu adalah tanda-tanda kita disayangi oleh Allah SWT.

 

Ketiga : Allah SWT akan memberi kefahaman terhadap agama Islam dan mampu pula menghayatinya sebagai satu cara hidup yang lengkap dan sempurna.

 

Rasulullah SAW bersabda maksudnya : “Sesiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, pasti Allah menganugerahinya pemahaman dalam agama.” (Hadis Riwayat Bukhari, Muhammad bin Ismail. Sahih al-Bukhari, Dar Ibn Kathir, Beirut, 1987, jil. 1, hlm. 39, no. hadis : 71.)

 

Apabila Allah SWT hendak memberikan kebaikan kepada seorang hamba-Nya dan menyayanginya maka Dia akan memberi kefahaman untuk memahami agama Islam dan mampu pula dihayati agama Islam itu di dalam kehidupannya. Agama Islam bukan agama teori semata-mata tetapi ianya adalah agama untuk diamalkan dan dihayati dalam kehidupan.

 

Orang mukmin yang diberikan kefahaman agama tidak akan sanggup mengadaikan akidah semata-mata untuk mendapat habuan dunia, tidak akan mencintai dunia hingga melupakan kehidupan dihari akhirat. Dia akan sentiasa tunduk dan patuh kepada perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya.

Firman Allah SWT yang bermaksud : "Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu dan Aku telah redhakan Islam itu menjadi agama untuk kamu. (Surah Al-Maidah ayat 3)

di ambil dari :
https://m.facebook.com/notes/abu-basyer/terdapat-tiga-tanda-tanda-hamba-kesayangan-allah-swt/10150809761991040

Minggu, 21 Juni 2015

Kita lanjut lagi yuux liat kebesaran Allah

Subhanallah...
bayi bersujud ketika mendengar Al-Quran
dari :

[ http://www.iqro.net/2014/12/bayi-dalam-rahim-sujud-ketika-mendengar.html?m=1]

ketika orang tua mengajarkan Al-Quran dari sejak ia di dalam rahim nya...

berikut dari halaman web yang saya ambil: [ http://www.kompasiana.com/nailissaadah/pengaruh-ayat-al-qur-an-terhadap-perkembangan-anak_54f8be4ca333115c378b462e ]



PENGARUH AYAT AL-QUR’AN TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK


Dari judul diatas akan di bahas apa saja pengaruh lantunan Ayat-Ayat Al-Qur’an ketika bayi masih dalam kandungan. Sering kita dengar bahwa music klasik sangat berpengaruh pada perkembangan bayi didalam kandungan, hal ini telah di teliti dan di buktikan oleh para ilmuan, dan memang banyak terbukti kebenarannya. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an termasuk lantunan yang klasik, jadi dalam tulisan ini akan lebih membahas pada lantunan ayat Al-Qur’an. Lantunan Ayat-ayat Al-Qur’an yang di perdengarkan pada bayi yang masih dalam kandungan melalui tape recorder sangat berpengaruh pada kecerdasan emosi anak, kecerdasan intelektual, bahkan akhlak yang baik. Karna Al-Qur’an merupakan kalam Alloh yang jika didengar dapat menyejukkan dan menenangkan hati, selain itu sangat berpengaruh besar pada akhlak anak karena sang ibu mengajak bayi dalam kandungan untuk lebih dekat dengan kalam-kalam Alloh/nasehat-nasehat Alloh yang ada dalam Al-Qur’an sehingga mampu menciptakan akhlak yang mulia.


Menurut Jean Jacques Rousseau (1712-1778), bahwa perkembangan fungsi dan kapasitas kejiwaan manusia berlangsung dalam lima tahapan, yaitu:


1. Tahapan perkembangan masa bayi (sejak lahir-2 tahun)


Dalam tahapan ini perkembangan pribadi didominasi oleh perasaan. Perasaan senang dan tidak senang selalu berkembang karena adanya stimulai lingkungannya. Dalam hal ini lantunan Ayat Al-Qur’an sangat berpengaruh pada perasaan anak, ketika anak mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dia akan memiliki perasaan yang senang. Hal ini juga di kemukakan oleh Dr. Nurhayati dalam penelitiannya, “bayi yang berusia 48 jam kemudian diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respon tersenyum dan menjadi lebih tenang”.


2. Tahapan perkembangan masa kanak-kanak (2-12tahun)


Dalam tahapan ini, perkembangan pribadi anak dimulai dengan maki berkembangnnya fungsi-fungsi indera anak untuk mengadakan pengamatan.


3. Tahap perkembangan pre-adolsen (12-15 tahun)


Pada tahap ini perkembangan fungsi penalaran intelektual anak dominan. Jadi, rangsangan ayat-ayat Al-Qur’an yang di perdengarkan ketika anak masih dalam kandungan sangat berpengaruh sekali, dan hasilnya akan Nampak pada tahap ini. Semakin sering anak mendengar ayat-ayat Al-Qur’an sejak dalam kandungan sampai tahap ini maka akan semakin baik perkembangan intelektual dan perkembangan emosional anak.


4. Tahapan perkembangan masa adolesen (15-20 tahun)


Pada tahapan ini, dalam Al-Qur’an disebut juga dengan masa “zinah” (berhias diri). Pada tahap ini anak mulai tertarik pada lawan jenisnya. Jadi, jika anak memiliki akhlak yang mulia dengan dibekali pengetahuan agama dari orangtua, maka anak dapat mengendalikan dirinya kejalan yang benar. Oleh sebab itu lantunan ayat al-qur’an akan mampu meluluhkan hati anak sehingga anak dapat dengan mudah diberi tausiyah oleh orangtua untuk menjadi sosok yang lebih baik.


5. Masa pematangan diri (setelah umur 20 tahun)


Dalam tahap ini, dengan dibekali kalam-kalam Alloh/ayat-ayat al-Qur’an, dia dapat menjadikan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai pedoman dalam hidupnya. Hal ini karena orangtua mampu menumbuhkembangkan anak sebagai pribadi yang baik.


Jadi, lantunan-lantunan ayat Al-Qur’an yang diperdegarkan dari bayi yang masih dalam kandungan akan sangat berpengaruh pada kecerdasan serta akhlak/tigkahlaku mulai anak lahir sampai akhir hidupnya.

Inget inget lagi yuk :)

Your Not Alone


Ada Allah SWT dekat ... lebih dekat dari nadimu..

duluuu waktu masih keciiil banget, inget ga ? kita ngapalin Asmaul husna yang dinyanyiin...
hapal sampe sekarang..
ngapalin sama artinya...

...


kangen yah :) hmmmm...

jadi inget, Allah itu MAHA..
manusia itu sangaaat kecil dihadapannya,
semua itu titipan yang seharusnya dipergunakan dengan baik.
Ilmu bukan untuk dijadikan menyindir, bukan untuk mendebat, bukan untuk menyudutkan... dsb

positif thinking :)

belakangan ini kita banyak melihat malah disalah gunakan..
jangan di jadikan alat yah :)

sekecil biji zarah pun ... hati -hati :)
Allah dengan mudah bisa berbuat dengan tangannya, hati-hati.. sayang

inget Allah mengeluarkan amanah untuk kita semua..
Allah mengeluarkan ayat untuk ngingetin kita, nuntun kita..
karna kita memang tempatnya salah, tempatnya hilaf, tempatnya lupa :) dsb..
hati-hatiii sayang...
sesungguhnya Allah paliing dekat dengan kita,
paling mengenal kita, tidak berhak kita saling berbuat hal yang merugikan sesama manusia..

kita ini semua belajar sayang...
kita ini sama...
Dunia iniiii tempat kita menuntut ilmu, mencari ilmu ...
agaaar kita senantiasa semakiiiin taat untuk beribadah kepadanya..
mari saling mengingatkan..
mari saling merangkul,
jangan saling menjatuhkan komentar komentar tidak baik...

ayoook  sini ... mari...

tidak ada yang paling hebat atau paling pintar...
karna yang punya segalanya itu Allah, yang hebat itu Allah...

klo kita punya lebih kita bagi... namanya sedekah ilmu, sedekah apa saja...
sekecil apapun yang kita bisa...
tebar kebaikan, aura positif, energi positif...
jangan jadi perusak di bumi ini..

saling menuntun satu sama lain

Inspirasi

Inspirasi ituuuu...

☆Dimulai dari yang paliiiing sederhana dulu☆

Inspirasi itu Sederhana :)

SEDERHANA ♡

Kita

Kita ituuuu...
adalah proses :)

Belajar perlahaaaaan, cari mencariii
membiasakan

memahami

lakukan dengan hatimu ♡

Kuat
Sabar

tarik nafaaaas.... tutup mata
buka mata .. hembuskaaan...Senyum :)

Jumat

Jumat ?

Hari Jumat ituuuu hari yang spesial :)

berikuuut ini adalah adab dan akhlak kita pada hari juma't :)

mari kita lirik dibawah ini :

~ Adab Pada Hari Jumat Sesuai Sunnah Nabi ~

Hari Jumat adalah hari yang mulia, dan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia memuliakannya. Keutamaan yang besar tersebut menuntut umat Islam untuk mempelajari petunjuk Rasulullah dan sahabatnya, bagaimana seharusnya msenyambut hari tersebut agar amal kita tidak sia-sia dan mendapatkan pahala dari Allah ta’ala. Berikut ini beberapa adab yang harus diperhatikan bagi setiap muslim yang ingin menghidupkan syariat Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Jumat.

1. Memperbanyak Sholawat Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.”(Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

2. Mandi Jumat

Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang balig berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda yang artinya, “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.”(HR. Bukhori dan Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi janabah biasa. Rasulullah bersabda yang artinya,“Barang siapa mandi Jumat seperti mandi janabah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Menggunakan Minyak Wangi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,“Barang siapa mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu sholat sesuai yang ditentukan baginya dan ketika imam memulai khotbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Bersegera Untuk Berangkat ke Masjid

Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)

5. Sholat Sunnah Ketika Menunggu Imam atau Khatib

Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.”(HR. Muslim)

6. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhotbah

“Sahl bin Mu’ad bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) pada saat sholat Jumat ketika imam sedang berkhotbah.”(Hasan. HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

7. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat

Rasulullah bersabda yang artinya, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka sholatlah empat rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

8. Membaca Surat Al Kahfi

Nabi bersabda yang artinya, “Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.” (HR. Imam Hakim dalam Mustadrok, dan beliau menshahihkannya)

Demikianlah sekelumit etika yang seharusnya diperhatikan bagi setiap muslim yang hendak menghidupkan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika di hari Jumat. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa di atas sunnah Nabi-Nya dan selalu istiqomah di atas jalan-Nya.

(Disarikan dari majalah Al Furqon edisi 8 tahun II oleh Abu Abdirrohman Bambang Wahono)

***

Penulis: Abu Abdirrohman Bambang Wahono
Artikel www.muslim.or.id

"…CINTA, BERSABARLAH..."


Siapapun yang membaca tulisan ini...
Percayalah, kamu tidak akan pernah hidup sendirian didunia ini.
Ada seseorang di luar sana yang menyayangi dan mencintaimu
lebih dari yang kamu tahu..
Yang akan mencintaimu apa adanya, bukan ada apanya.
Yang akan menyayangimu karena hati bukan karena harta dan fisikmu..
Dia akan mencintai dan menyayangimu dengan setulus hati dan sepenuh jiwa.
Yang akan setia menemani hidupmu...
dikala sehat dan sakitmu,
dikala susah dan senangmu,
dikala derita dan bahagiamu
dikala sedih dan senyummu,
dikala perih dan pahitmu,
dikala butuh dan tuamu
dikala gelap dan terangmu,
dikala panas dan teduhmu
dikala mendung dan hujanmu,
dikala petir dan pelangimu.
Hanya saja...
Kita tidak tahu dimana dia sekarang, sedang apa dan bagaimana.
Apakah dia baik-baik saja seperti yang kau harapkan dalam sujud
malammu...
Ataukah dia sedang menangis diatas sajadah bersama Tuhannya..
Dalam penantian kekasih halalnya.
Dia adalah pasangan hidupmu yang masih menjadi misteri bagimu.
Misteri bagiku dan misteri bagi kita semua yang masih percaya akan cinta sejati..
ALLAH akan mempertemukan kalian diwaktu dan tempat yang
tepat Pada akhirnya...
Bahagia akan menghampiri dan
memelukmu dengan erat.
Belahan jiwamu akan selalu ada untukmu kerana kau adalah
separuh nafasnya.
Dia akan selalu menjagamu karena kau sangat berharga dari
apapun..
Dia akan selalu tersenyum kerana kau adalah jantung hatinya..
Dan dia akan selalu mendo'akanmu kerana kau adalah separuh hidupnya..
Semoga kita segera dipertemukan dengan jodoh yang sholeh/sholehah dalam naungan cinta_NYA tuk menggapai Surga-NYA.
Aamiin Yaa Rabbal'Aalamiin.

fastabiqmedia.blogspot.com